Kasus Somasi Hak Cipta ” Warkop DKI Reborn ” Terus Berlanjut.

WartaoneNew.com / Jakarta, 29 Sept 2019

Kasus hak cipta antara wartawan senior Amazon Dalimonte dan ” Falcon Picture ” ternyata belum mendapat titik temu. Amazon Dalimonte beritikat baik untuk bertemu dengan pihak Falcon sekitar dua minggu yang lalu. Akan tetapi tidak mendapatkan hasil yang baik atau tidak mendapatkan bantuan yang baik.
Bahkan Amazon Dalumonte ditantang untuk membuktikan benar foto itu miliknya, dalam artian dia membuktikan foto itu memang kepunyaannya dengan bukti klise foto yang dia punya. Saya sangat menyayangi dan menyesali sikap yang meminta perwakilan dari pihak “Falcon Picture ” yang menyatakan hanya melalui jalur hukum untuk kita buktikan.
Jika mereka meminta Seperti itu Kita pihak bapak Drs. Amazon Dalimonte meladeni sikap dengan jalur hukum, karena ini adalah harga diri dia adalah pernyataan yang berkiprah sudah beberapa tahun dan kapasitas dari klain kami dan krebilitasnya sudah tidak perlu lagi, saya selaku pengacara yang dipilih oleh bapak Drs. Amazon Dalimonte yang Insya Allah besok tanggal 30 September 2019 mengirim surat somasi resmi ke pihak ” Falcon Picture ” untuk menyelesaikan urusan ini. Kami akan memberikan jangka waktu 7 hari atau satu minggu kita buka untuk mediasi, dalam tujuh hari atau satu minggu tidak ditanggapi dalam tiga hari tambahan waktu ditunggu baru kita proses jalur hukum. Klain kami meminta hal terbaik untuk pembaharuan ini.

Sedang Amazon sendiri menambahkan, Dalam segi hak ciptanya Saya sudah bertanya kepada seorang photografi professional bapak Tigor Lubis. Bahwa tidak semua karya cipta photo didaftarkan berapa banyak jika didaftarkan ke KEMHUMHAN. Jika tidak didaftarkan tetapi masih mempunyai bukti dan file, ada beberapa hal di teknologi untuk membuktikan atau untuk melacak siapa pemilik awal kebetulan saya mempunyai bukti negative photo tesebut seingat saya waktu peristiwa itu terjadi tidak ada photografi lagi selain saya Sudah tidak bisa di sangkal lagi bahwa benar photo itu hasil karya saya jadi apapun alasannya. Waktu peristiwa itu tejadi tidak adalagi yang orang lain yang mengambil foto itu dan itu inisiatif saya bukan dalam penugasan kantor. Saya datang ke acara tersebut sebagai warganegara biasa untuk melihat konser, saya pun dikenal dan bisa bermain ke belakang panggung. Saya disana berfoto bersama mereka dan memfoto mereka, untuk hasil cetaknya pernah diminta oleh Indro WARKOP sebagai dokumentasi museum WARKOP. Seandainya pihak Valcon Picture berdalih bahwa foto itu milik Indro silahkan saja memang itu foto sudah milik Indro akan tetapi itu hanya bukti fisik saja bukan hak ciptanya.
Saya sudah berikan pernyataan dan juga saya sudah edarkan bahwa saya tidak pernah memindahkan atau memberikan hak cipta kepada siapa pun. Kebetulan punya yuriprodensi ataupun peristiwa yang hampir mirip yaitu ketika Ayonobojojati mempersoalkan sejumlah media menggunakan photo karya beliau ketika Tino sarunggalo meninggal.
Ketika diawal saya melakukan pemberitahuan kepada Ibu Fredika atas saran Lawyer kalau sudah masuk somasi itu sudah masuk upaya hukum tahap pertama, sebenarnya waktu itu baru mediasi atau pemberitahuan kepada pihak Falcon picture.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *