Ibu Rumah Tangga ( IRT ) Laporkan Oknum Polisi Ke Propam.

WartaoneNew.com / Jakarta, 31 Jan 2020

Seorang Ibu Rumah Tangga ( IRT ) berinisial KG ( 41 ) di dampingi dua pengacaranya. Melaporkan oknum aparat kepolisian Polsek Cempaka Putih Jakarta Pusat ke Divisi Profesi dan Pengamanan ( Propam ) Polda Metro Jaya terkait tindakan kriminalisasi yang dituduhkan kepada dirinya. Melalui pengacaranya, KG merasa tindakan yang dilakukan terhadap dirinya tidak berdasar bukti. Penangkapan yang bersangkutan pun dinilai cacat hukum karena tidak didasari dengan bukti – bukti yang kuat terkait tuduhan pelanggaran pasal 372 dan 378. KG sendiri ditangkap di kediamannya pada 9 Desember 2019 pukul 18.00 WIB yang dilakukan oleh oknum kepolisian Polsek Cempaka Putih. Atas tudingan tersebut KG pun kini meringkuk di tahanan Polsek Cempaka Putih. Dua pengacara yakni Suratman dan Ferdinand yang menangani kasus ini mempertanyakan perihal penangkapan tersebut.

Apa yang menjadi dasar surat penangkapan itu dibawa? Sedangkan laporan yang masuk dari masyarakat adalah kegaduhan. Namun klien kami ditangkap berdasar dengan alasan OTT. ” ujar Ferdinand.

KG..IRT yang dituding melakukan penipuan

Sementara Suratman, salah satu pengacara lainnya berujar. Dalam sejarah ini belum pernah kami dengar yang di mana dalam kasus-kasus 378 dan 372 kasus penipuan atau penggelapan. Terkait dengan penangkapan tersebut, Suratman menekankan bahwa adanya prosedur penangkapan yang tidak prosedural dan ada penyalahgunaan secara berlebihan. “Pasalnya, dalam KUHP atau Kitab Undang-undang Hukum Pidana disebutkan ada proses penyelidikan, gelar perkara, penyedikan baru ditetapkan tersangka terhadap pelaku, tetapi prosedur ini dilewati oleh petugas kepolisian.

Kasus KG ini mencuat kala KG melakukakan transaksi dengan RA ( pemilik perusahaan ) jasa penukaran uang. KG melakukan pembelian uang dolar dengan nominal 250 ribu dollar atau setara dengan 5,5 Milyar kepada RA. Dikarenakan pembayaran yang dilakukan KG sedikit terlambat beberapa jam dari waktu yang ditentukan, akhirnya KG ditangkap paksa oleh beberapa oknum kepolsian dengan tudingan membuat kegaduhan berdasar laporan masyarakat. Pada awalnya transaksi valutasing antara KG dengan RA ( pemilik perusahaan ) berlangsung lancar dan di peroleh kesepakatan pembayaran. Penyerahan dilakukan pada jam 12.00 WIB dan kesepakatan pembayaran pada pukul 16.00 WIB, Namun pada pukul 18.00 WIB justru KG ditangkap.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *